Ponorogo – Sebuah kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MA Ma’arif Al-Ishlah ketika salah satu gurunya, Hanifa Septianasari, S.Pd, dipercaya menjadi trainer pada Pelatihan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PCNU Ponorogo pada Sabtu, 27 September 2025 di Graha PCNU Ponorogo dan diikuti oleh sekitar 90 peserta yang terdiri dari guru dan tenaga pendidik di lingkup LP Ma’arif NU.

Pelatihan ini menghadirkan 7 orang trainer yang masing-masing membawakan tema berbeda. Dalam kesempatan tersebut, Bu Hanifa berkesempatan mengisi materi pertama tentang pengenalan AI, sebuah materi penting sebagai pintu masuk peserta untuk memahami konsep dasar, peluang, serta tantangan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan. Dengan gaya penyampaian yang sederhana namun menyentuh esensi, Beliau mampu membawa para peserta untuk melihat AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai sahabat guru yang dapat membantu menciptakan pembelajaran lebih menarik dan efektif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari desiminasi program pelatihan AI yang sebelumnya dilaksanakan oleh PWLP Ma’arif NU Jawa Timur di Surabaya pada awal Juli 2025. PCNU Ponorogo kemudian menindaklanjuti dengan mengadakan pelatihan serupa di tingkat kabupaten, agar manfaatnya dapat lebih luas dirasakan oleh para guru di daerah.

Salah satu peserta, Ihwan Syaifuddin, S.Pd, yang juga merupakan guru di MA Ma’arif Al-Ishlah, menyampaikan kesannya usai mengikuti kegiatan ini:
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Materi yang disampaikan Bu Hanifa benar-benar membuka wawasan kami tentang bagaimana AI bisa menjadi alat bantu yang efektif, bukan sesuatu yang menakutkan. Saya berharap setelah ini guru-guru lebih berani mencoba memanfaatkan AI dalam kelas.”
Hal senada juga disampaikan oleh Eli Fiyanti, guru MTs. YPI Panjeng, yang turut hadir sebagai peserta:
“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Penjelasan dari Bu Hanifa tentang pengenalan AI membuat kami lebih percaya diri untuk mencoba menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Semoga ke depan ada tindak lanjut berupa pendampingan, sehingga guru-guru semakin siap menghadapi perubahan zaman.”
Bagi MA Ma’arif Al-Ishlah, keterlibatan gurunya dalam kegiatan strategis ini merupakan bukti nyata komitmen madrasah untuk selalu mendorong tenaga pendidiknya agar terus berkembang dan berkontribusi, tidak hanya di lingkup internal sekolah, tetapi juga bagi masyarakat pendidikan yang lebih luas. Harapannya, ilmu yang diperoleh dan disebarkan melalui forum ini dapat ditularkan kembali kepada rekan-rekan guru di madrasah serta diaplikasikan dalam pembelajaran sehari-hari.
Dengan demikian, MA Ma’arif Al-Ishlah optimis dapat membangun tradisi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan progresif. Lebih dari itu, madrasah bercita-cita menjadi pusat pembelajaran yang mampu menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan di era digital.